Buku ini aku terbitkan guna memberi wawasan bagi semua uamat manusia bahwasanya suatu
pengorbanan yang diikat pada kepercayaan dan diiringi dengan do’a adalah satu
kesatuan yang tidak bisa dibendung oleh apapun.
Pada dasarnya kehidupan ini tidak luput dengan yang namanya
pengorbanan keprcayaan dan do’a, maka dari itu selama kita dalam dunia ini
sudah melakukan pengorbanan yang amat begitu mendalam sampai nyawa pun mungkin
menjadi taruhannya, kita harus yakin percaya akan pengorbanan yang sudah kita
lakukan itu adalah yang terbaik dalam hidup kita. Akan tetapi jangan lupa
dengan do’a yang selalu mengiri setiap langkah kita, do’a disini berperan
penting dalam mendukung apa yang telah kita kerjakan dengan sungguh harapannya
bisa terkabulkan.
Banyak contoh yang dapat kita ambil dimuka bumi ini yakni ayam yang
dengan senantiasa selalu menjaga anaknya dari gangguan makhluk hidup lainnya,
dia rela hidupnya mati untuk anaknya, inilah yang dimaksud pengorbanan
sesungguhnya, lalu bagaimana pengorbanan pada manusia ? pada konteks alam
manusia, hewan dll adalah sama dimata sang Khaliq, terkadang kita terbawa oleh
keinginan kita yang menggebu – gebu ingin cepat terealisasi, kita terkadang
lupa aka apa yang kita lakukan itu ada yang melihat, memang di dalam kehidupan
kita selalu di hadapkan pada kesulitan – kesulitan atau bisa disebut cobaan
selalu menghampiri kita. Memang Maha benar Allah, Dia member kita cobaan dalam
segala hal bukan karna Dia benci kepada kita, melainkan Dia saying pada kita,
kita disuruh berfikir bagaimana cara kita dalam menyelesaikan permasalahan yang
sedang kita hadapai ini, jika kita berhasil mengatasi permasalahan in dengan
rasa ikhlas dan jiwa pengorbanan yang tinggi insya Allah ada balasan yang
setimpal oleh apa yang telah kita lakukan.
Ada sebuah kisah Nabi Ibrahim a.s beliau di beri wahyu oleh Allah untuk menyembelih anaknya untuk membuktikan rasa sayangnya kepada Allah, bahkan Nabi Ibrahim pun tidak menolak jika ini kehendakMu, “Kata Nabi Ibrahim”. Singkat cerita apa yang terjadi setelah mengetahui bahwa beliau harus benar – benar menyembelih anak kesayangannya itu. Ternyata apa yang terjadi setelah pedang Nabi Ibrahim sudah mau menggorok leher anaknya, subhanallah Maha Agung Allah dari segala – galanya. Allah menurunkan seekor kambing didepannya untuk mengganti anaknya yang mau disembelih tadi. Disini kita dapat mengambil hikmah betapa sulitnya menanamkan jiwa pengorbanan pada diri kita,
Bersambung ,,,,
Ada sebuah kisah Nabi Ibrahim a.s beliau di beri wahyu oleh Allah untuk menyembelih anaknya untuk membuktikan rasa sayangnya kepada Allah, bahkan Nabi Ibrahim pun tidak menolak jika ini kehendakMu, “Kata Nabi Ibrahim”. Singkat cerita apa yang terjadi setelah mengetahui bahwa beliau harus benar – benar menyembelih anak kesayangannya itu. Ternyata apa yang terjadi setelah pedang Nabi Ibrahim sudah mau menggorok leher anaknya, subhanallah Maha Agung Allah dari segala – galanya. Allah menurunkan seekor kambing didepannya untuk mengganti anaknya yang mau disembelih tadi. Disini kita dapat mengambil hikmah betapa sulitnya menanamkan jiwa pengorbanan pada diri kita,
Bersambung ,,,,


