Pendahuluan
Latar
Belakang
Salah
satu dari fungsi penetrasi cairan ini adalah untuk mengecek suatu permukaan benda
dengan metode-metode yang telah
disediakan. Metode ini dirancang untuk mengetahui secara detail kecacatan
permukaan suatu benda dari jarak pandang yang hanya bisa dilihat dengan jelas
oleh mata manusia biasa. Oleh karena itu penetrasi cairan ini adalah suatu
metode yang lebih mudah dan murah. Dan metode ini sangat simple sekali hanya
membutuhkan cairan penetrant seperti oli.
Tujuan
Untuk meningkatkan
kejelesalan/keterangan pandangan antara suatu diskontinuitas dengan latar
belakangnya. Hal ini dapat diperoleh dengan memberikan area yang diinspeksi
dengan cairan pencari yang sesuai dan kekuatan penetrasi yang tinggi(yang dapat
memasuki diskontinuitas permukaan yang terbuka.
Dasar
Teori
Liquid Penetrant testing adalah
suatu metode NDT yang cepat dan handal untuk mendeteksi cacat pada permkaan
yang terbuka dari suatu part yang terbuat dari material yang nonporous dan yang
mempunyai cacat yang terlalu kecil untuk dapat dideteksi dengan pemeriksaan
visual yang biasa.
METODOLOGI
Proses Kerja
- Benda yang akan diperiksa terlebih dahulu dibersihkan dengan cairan cleaner dari kotoran sisa sisa oli, debu atau kotoran lainnya yang dapat menutupi retak. Jika benda yang ingin diperiksa ternyata dilapisi cat, maka cat harus terlebih dahulu dibersihkan.
- Celupkan benda kedalam cairan penetrant atau untuk lokasi tertentu saja dapat menggunakan penetrant dalam bentuk spray. Setelah itu angkat dan diamkan beberapa saat agar penetrant dapat masuk kedalam celah retak secara optimal. Lamanya bergantung dari material benda yang di uji. Untuk Al Alloys antara 10-15 menit.
- Bersihkan cairan penetrant berlebih yang menempel pada permuakan benda uji. Cara pembersihan tergantung dari jenis penetrant yang digunakan. Untuk penetrant yang waterwashable dapat langsung dibersihkan dengan air bertekanan, sedangkan untuk post-emulsifiable harus menggunakan emulsifier dan air bertekanan. Yang perlu diperhatikan adalah cara penyemprotan air tidak boleh tegak lurus pada permukaan benda yang akan diperiksa karena akan menghilangkan penetrant yang terdapat dalam celah retak.
- Untuk mengeringkan sisa air setelah proses pencucian maka benda di lap dan dimasukkan ke dalam pemanas dengan temperatur dan waktu yang telah ditentukan.
5.
Setelah
kering, permukaan benda yang akan dites disemprotkan cairan developer agar
cairan penetrant dalam retak dapat tertarik keluar. Untuk penetrant jenis
fluoresence, dapat dilihat dengan alat bantu ultraviolet sehingga penetrant
yang tertarik oleh developer akan tertarik dengan jelas. Untuk memastikan bahwa
penetrant yang terlihat adalah berasal dari retak maka penetrant yang keluar
harus dibersihkan dengan cleaner dan pada permukaan tersebut disemprotkan lagi
cairan developer. Bila terlihat masih ada cairan penetrant yang keluar dari
permukaan tersebut, maka dapat dipastikan bahwa terdapat retak pada permukaan
tersebut.

PENUTUP
1. Kesimpulan
Dari hasil pengujian yang kami lakukan dapat disimpulkan
bahwa, Retakan ini terjadi karena terjadinya
kurang halusnya
permukaan pada saat pembuatan benda tersebut.Jika dibiarkan saja retak pada
permukaan akan merambat ke bagian dalam komponen sehingga menjadikan komponen
menjadi retak.
2. Saran
– saran
Semoga laporan penetrasi cairan ini dapat berguna bagi
penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya. Dan untuk pembimbing kami mengharap
kritik dan saran yang sifatnya membangun guna untuk menunjang pembuatan laporan
dihari esok agar dapat lebih baik lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar