Selasa, 03 April 2012

Penetrasi Cairan


Pendahuluan
Latar Belakang
          Salah satu dari fungsi penetrasi cairan ini  adalah untuk mengecek suatu permukaan benda dengan  metode-metode yang telah disediakan. Metode ini dirancang untuk mengetahui secara detail kecacatan permukaan suatu benda dari jarak pandang yang hanya bisa dilihat dengan jelas oleh mata manusia biasa. Oleh karena itu penetrasi cairan ini adalah suatu metode yang lebih mudah dan murah. Dan metode ini sangat simple sekali hanya membutuhkan cairan penetrant seperti oli.

Tujuan
Untuk meningkatkan kejelesalan/keterangan pandangan antara suatu  diskontinuitas dengan latar belakangnya. Hal ini dapat diperoleh dengan memberikan area yang diinspeksi dengan cairan pencari yang sesuai dan kekuatan penetrasi yang tinggi(yang dapat memasuki diskontinuitas permukaan yang terbuka.

Dasar Teori
            Liquid Penetrant testing adalah suatu metode NDT yang cepat dan handal untuk mendeteksi cacat pada permkaan yang terbuka dari suatu part yang terbuat dari material yang nonporous dan yang mempunyai cacat yang terlalu kecil untuk dapat dideteksi dengan pemeriksaan visual yang biasa.










METODOLOGI
Proses Kerja
  1. Benda yang akan diperiksa terlebih dahulu dibersihkan dengan cairan cleaner dari kotoran sisa sisa oli, debu atau kotoran lainnya yang dapat menutupi retak. Jika benda yang ingin diperiksa ternyata dilapisi cat, maka cat harus terlebih dahulu dibersihkan.
  2. Celupkan benda kedalam cairan penetrant atau untuk lokasi tertentu saja dapat menggunakan penetrant dalam bentuk spray. Setelah itu angkat dan diamkan beberapa saat agar penetrant dapat masuk kedalam celah retak secara optimal. Lamanya bergantung dari material benda yang di uji. Untuk Al Alloys antara 10-15 menit.
  3. Bersihkan cairan penetrant berlebih yang menempel pada permuakan benda uji. Cara pembersihan tergantung dari jenis penetrant yang digunakan. Untuk penetrant yang waterwashable dapat langsung dibersihkan dengan air bertekanan, sedangkan untuk post-emulsifiable harus menggunakan emulsifier dan air bertekanan. Yang perlu diperhatikan adalah cara penyemprotan air tidak boleh tegak lurus pada permukaan benda yang akan diperiksa karena akan menghilangkan penetrant yang terdapat dalam celah retak.
  4. Untuk mengeringkan sisa air setelah proses pencucian maka benda di lap dan dimasukkan ke dalam pemanas dengan temperatur dan waktu yang telah ditentukan.
5.      Setelah kering, permukaan benda yang akan dites disemprotkan cairan developer agar cairan penetrant dalam retak dapat tertarik keluar. Untuk penetrant jenis fluoresence, dapat dilihat dengan alat bantu ultraviolet sehingga penetrant yang tertarik oleh developer akan tertarik dengan jelas. Untuk memastikan bahwa penetrant yang terlihat adalah berasal dari retak maka penetrant yang keluar harus dibersihkan dengan cleaner dan pada permukaan tersebut disemprotkan lagi cairan developer. Bila terlihat masih ada cairan penetrant yang keluar dari permukaan tersebut, maka dapat dipastikan bahwa terdapat retak pada permukaan tersebut.

PENUTUP
1.      Kesimpulan
Dari hasil pengujian yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa, Retakan ini terjadi karena terjadinya kurang halusnya permukaan pada saat pembuatan benda tersebut.Jika dibiarkan saja retak pada permukaan akan merambat ke bagian dalam komponen sehingga menjadikan komponen menjadi retak.
2.      Saran – saran
Semoga laporan penetrasi cairan ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya. Dan untuk pembimbing kami mengharap kritik dan saran yang sifatnya membangun guna untuk menunjang pembuatan laporan dihari esok agar dapat lebih baik lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar